Senin, 11 Maret 2013
kelamahn games
App Store "Game Collections" - Kumpulan Game Bundles
Selama ini koleksi aplikasi dan games yang dimiliki Apple App Store
dikelompokkan dalam custom sections. Pengelompokan tersebut jarang
sekali mendapatkan update dan harus diakui cukup sulit menemukan
aplikasi atau game yang Anda inginkan saat app/game tersebut telah
dipindah dari homepage.
Menyadari kekurangan tersebut, hari ini
Apple memberikan tampilan baru di App Store homepage. Bisa Anda lihat
bahwa game bundles yang ada sebelumnya kini dikelompokkan dalam koleksi
dengan isi game lebih banyak. Disebut sebagai ‘Game Collections’ dan ter-link ke App Store homepage, fitur baru tersebut menawarkan urutan game yang pernah dipromosikan Apple sebelumnya.
Keunggulan Windows 8 di Game
Sejauh ini, judul game Xbox Windows pertama yang akan hadir seperti dikutip detikINET dari Venture Beat, Jumat (10/8/2012) adalah Minesweeper, Solitaire Collection dan Microsoft Mahjong.
Game Xbox Windows juga akan terintegrasi dengan layanan Xbox Live, menawarkan poin Gamerscore untuk mendapatkan achievement di setiap game yang dimainkan pengguna.
"Dengan Xbox di Windows 8, kami menciptakan entry poin yang mudah ke dalam jenis hiburan yang akan Anda nikmati, termasuk game," kata juru bicara Microsoft dalam keterangannya.
"Aplikasi game biasanya memiliki avatar, profil, teman dan Gamerscore yang memungkinkan pengguna menjelajahi avatar teman Anda," tambahnya.
Sebenarnya memang tidak ada hal baru yang dikatakan Microsoft untuk meredakan kekhawatiran para developer soal membuat game untuk Windows 8. Respons Microsoft tampaknya dimaksudkan untuk lebih meyakinkan mereka.
Salah satu ketakutan terbesar para developer adalah, Windows 8 akan menjadi platform tertutup untuk games karena memerlukan proses sertifikasi yang panjang.
Agar bisa muncul di Windows Store, game tersebut harus mendapatkan sertifikasi Microsoft serta diwajibkan untuk mendukung kontroler, integrasi dengan Xbox Live dan fitur kegunaan lainnya. Ini bisa membatasi sejumlah developer dan memakan waktu serta biaya yang tidak sedikit.
http://inet.detik.com/read/2012/08/10/140710/1988334/317/microsoft-yakinkan-keunggulan-windows-8-di-game
Game Xbox Windows juga akan terintegrasi dengan layanan Xbox Live, menawarkan poin Gamerscore untuk mendapatkan achievement di setiap game yang dimainkan pengguna.
"Dengan Xbox di Windows 8, kami menciptakan entry poin yang mudah ke dalam jenis hiburan yang akan Anda nikmati, termasuk game," kata juru bicara Microsoft dalam keterangannya.
"Aplikasi game biasanya memiliki avatar, profil, teman dan Gamerscore yang memungkinkan pengguna menjelajahi avatar teman Anda," tambahnya.
Sebenarnya memang tidak ada hal baru yang dikatakan Microsoft untuk meredakan kekhawatiran para developer soal membuat game untuk Windows 8. Respons Microsoft tampaknya dimaksudkan untuk lebih meyakinkan mereka.
Salah satu ketakutan terbesar para developer adalah, Windows 8 akan menjadi platform tertutup untuk games karena memerlukan proses sertifikasi yang panjang.
Agar bisa muncul di Windows Store, game tersebut harus mendapatkan sertifikasi Microsoft serta diwajibkan untuk mendukung kontroler, integrasi dengan Xbox Live dan fitur kegunaan lainnya. Ini bisa membatasi sejumlah developer dan memakan waktu serta biaya yang tidak sedikit.
http://inet.detik.com/read/2012/08/10/140710/1988334/317/microsoft-yakinkan-keunggulan-windows-8-di-game
Washington
- Sementara para developer game
mengkhawatirkan yang terjadi pada game PC setelah kedatangan Windows 8,
Microsoft berupaya meredakan kekhawatiran tersebut dengan mengumbar
keunggulan Windows 8.
Bagian dari proses yang tidak disukai para developer game tersebut berasal dari rebranding terbaru yang dilakukan Microsoft terhadap game Windows 8. Semua game yang dibuat para developer nantinya akan berada di bawah bendera 'Xbox Windows' yang melibatkan nama konsol game populer besutan Microsoft.
http://inet.detik.com/read/2012/08/10/140710/1988334/317/microsoft-yakinkan-keunggulan-windows-8-di-game
Bagian dari proses yang tidak disukai para developer game tersebut berasal dari rebranding terbaru yang dilakukan Microsoft terhadap game Windows 8. Semua game yang dibuat para developer nantinya akan berada di bawah bendera 'Xbox Windows' yang melibatkan nama konsol game populer besutan Microsoft.
http://inet.detik.com/read/2012/08/10/140710/1988334/317/microsoft-yakinkan-keunggulan-windows-8-di-game
manfaat dari bermain game
- Bisa menjadi sarana hiburan yang menyediakan interaksi sosial.
- Membangun semangat kerja sama atau teamwork ketika dimainkan dengan gamers-gamers lainnya secara multiplayer
- Bagi manula (lansia) , bisa mengurangi efek kepikunan.
- Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak saat mereka mampu menguasai permainan.
- Mengembangkan kemampuan dalam membaca, matematika, dan memecahkan masalah atau tugas
- Membuat anak-anak merasa nyaman dan familiar dengan teknologi – terutama anak perempuan, yang tidak menggunakan teknologi sesering anak cowok.
- Melatih koordinasi antara mata dan tangan, serta skill motorik.
- Mengakrabkan hubungan anak dan orangtua. Dengan main bersama, terjalin komunikasi satu sama lain.
- Bisa membantu memulihkan kesehatan untuk beberapa kasus penyembuhan.
penelitian mnafaat bermain game
Main game sebenarnya bermanfaat atau tidak? Kita sering mendengar efek efek negatif dari main game, seperti sekolah atau kerjaan terbengkalai, pelajaran tertinggal dan sebagainya. Lalu pertanyaannya muncul, apakah ada manfaat dari main game itu?
Di tengah perdebatan pengaruh buruk yang ditimbulkan dari game, ada juga yang melakukan penelitian tentang manfaat yang didapat oleh gamer dari sebuah video game.
Beberapa peneliti dari University of Rochester di New York, Amerika melakukan riset mengenai pengaruh positif dari bermain game.
Dalam riset tersebut, para gamers usia antara 18 hingga 23 tahun dibagi menjadi dua kelompok.
Yang pertama, adalah gamer yang dilatih dengan game Medal of Honor (Sebuah game FPS yang cukup terkenal). Mereka main game ini satu jam tiap hari selama sepuluh hari berturut-turut.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa para pemain game ini memiliki fokus yang lebih terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya, jika dibandingkan dengan mereka-mereka yang jarang main game, apalagi yang tidak main sama sekali.
Gamer-gamer ini juga mampu menguasai beberapa hal dalam waktu yang sama atau multitasking bahasa kerennya.
“Video game bergenre action itu menguntungkan, dan ini adalah fakta” kata Daphne Bavelier, ahli syaraf dari Rochester.
“Hasil penelitian kami ini juga sangat mengejutkan karena proses belajar lewat main game ternyata cepat diserap seseorang. Dengan kata lain, game dapat membantu melatih orang orang yang memiliki problem dalam berkonsentrasi" tegas Bavelier.
Sementara itu, penelitian untuk kelompok kedua adalah kelompok gamer yang dilatih dengan Tetris. Tak seperti gamer medal of honor, gamer Tetris hanya berfokus pada satu hal pada satu waktu.
Menurut C. Shawn, rekan Bavelier, kesimpulan dari test ini adalah bahwa mereka yang main Medal of Honor mengalami peningkatan dalam visual skill (atau penglihatan).
Bermacam-macam tugas/quest yang terdapat dalam game action (misalnya mendeteksi musuh baru, melacak musuh, menghindari serangan, dll) dapat melatih berbagai aspek dari kemampuan visualisasi terhadap kurikulum Sekolah
Menurut Professor Angela McFarlane, Direktur Teachers Evaluating Educational Multimedia, "guru-guru mengalami kesulitan untuk memanfaatkan game pada saat jam pelajaran sekolah karena penggunaan video game tidak termasuk dalam kurikulum nasional"
McFarlane menambahkan bahwa, seandainya, game-game tertentu dapat dimainkan di dalam kelas secara legal dan merupakan bagian dari kurikulum, mungkin bukti dari penelitian para ahli tentang manfaat video game dapat dirasakan.
Murid murid yang memainkan game Battle of Hasting (game perang antara Normandia dan Saxon di Hasting) , di mana mereka berperan sebagai prajurit ataupun jendral dalam game tersebut, juga memberikan manfaat bagi para pemainnya.
Penelitian menunjukkan bahwa Game ini membantu meningkatkan skill dalam bernegosiasi, mengambil keputusan, ataupun melakukan perencanaan, dan berpikir strategis.
James Paul Gee, penulis buku "What Video Games Have to Teach Us About Learning and Literacy", berharap suatu saat nanti guru-guru dapat melibatkan game dalam tugas murud-muridnya.
“Kalau ilmuwan dan kalangan militer sudah memanfaatkan game sebagai simulasi dan pengajaran, kenapa sekolah tidak melakukan yang sama?”
Selain itu para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika , sudah memulai proyek yang mereka namakan “Education Arcade”. Proyek ini selain melibatkan peneliti, desainer game, pelajar dan mahasiswa, serta mereka yang tertarik dalam mengembangkan dan menggunakan game-game komputer dan video game di dalam kelas.
“Walaupun main game menjadi salah satu hiburan paling populer di dunia dan sudah dilakukan penelitian tentang dampak positif dan negatifnya terhadap gamer, masih saja game sering kali diremehkan.” Itu pernyataan dari Mark Griffiths, profesor di Nottingham Trent University, Inggris.
Untuk menyeimbangkan antara pro dan kontra terhadap game, selama lima belas tahun terakhir ini ia melakukan riset. Hasilnya? “Video game aman untuk sebagian besar gamer dan bermanfaat bagi kesehatan,” ujar Griffiths.
Menurut Griffiths, game dapat digunakan sebagai pengalih perhatian yang ampuh bagi yang sedang menjalani perawatan yang menimbulkan rasa sakit, misalnya chemotherapy.
Dengan main game, rasa sakit dan pening mereka berkurang, tensi darahnya pun menurun, dibandingkan dengan mereka yang hanya istirahat setelah diterapi. Game juga baik untuk fisioterapi pada anak-anak yang mengalami cedera tangan
Selain itu, bermain game ternyata bisa mengurangi kepikunan pada saat menjelang berumur.
“Bermain (videogame) bersama cucu sangat baik bagi para lansia. Sebab, kami tahu bahwa interaksi sosial mampu meningkatkan kemampuan daya pikir para manula,” kata peneliti yang juga profesor psikologi dari University of Illinois, Amerika Serikat, Dr Arthur F. Kramer.
Dalam penelitian yang dilansir jurnal Psychology and Aging edisi Desember disebutkan, studi itu melibatkan 40 lansia sehat dengan range usia antara 60-70 tahun. Awalnya, para partisipan mengikuti beberapa variasi tes mental. Riset tersebut menunjukkan manula yang bermain videogame dengan strategi berat bisa meningkatkan skor mereka berdasarkan jumlah ujicoba daya ingat.
Riset mencakup 49 manula yang secara acak ditugasi untuk main videogame, dan kelompok yang tidak ditugasi main game selama lebih dari sebulan. Kelompok main game menghabiskan waktu 23 jam untuk terlibat dalam “Rise of Nations, video game dimana para pemain berkeinginan mencapai dominasi dunia. Menguasai dunia membutuhkan setumpuk tugas berat termasuk strategi militer, membangun kota-kota, mengelola ekonomi dan memberi makan rakyat.game-ron-21
Ketika penelitian berakhir, kemampuan mental mereka kembali diuji. Jika dibandingkan dengan mereka yang tidak memainkan video game, pemain Rise of Nations menunjukkan peningkatan yang lebih besar soal cara kerja otak, ingatan jangka pendek, daya nalar, dan kemampuan berganti tugas.
http://ligagame.com/index.php?option=com_content&task=view&id=513&Itemid=1
Perkembangan
Ada beberapa faktor yang menyebabkan advergames akan terus berkembang, diantaranya adalah sebagai berikut :
- Trend hiburan dunia mulai beralih dari trend televisi menuju trend internet.
- Kurang efektifnya pemasaran online secara umum, seperti email advertising, pop-up add, pay per click, dan sebagainya.
- Advergames merupakan konsep periklanan baru teknologi internet untuk melaksanakan kampanye pemasaran viral.
- Kekuatan game tidak sekedar memberikan informasi atau pemahaman, namun memberikan kesan mendalam, interaktifitas, pengalaman terhadap suatu produk sehingga menimbulkan brand awareness yang besar.
- Advergames tidak dianggap sebagai penyusupan sehingga muatan promosi dianggap sebagai bagian dari permainan (games). http://blog.sangkuriang.co.id/advertising-games/